
MatahariIndonesiaTimur.com, Jakarta-
Pendidikan Toleransi sangat dibutuhkan di Jakarta , apalagi saat ini Jakarta akan bertransformasi menuju kota global bertaraf international, sesuai amanat UU No 2 Tahun 2024, oleh karenanya dirinya mengusulkan kepada Gubernur Jakarta Pramono Anung agar memasukan mata pelajaran Toleransi pada muatan lokal, sepertinya dinas pendidikan perlu mengkaji hal tersebut secara serius dalam rangka pembentukan karakter masyarakat jakarta toleran, Demikian disampaikan oleh ketum Pranko for Jakarta, M.Zulfikar Marikar pada kegiatan Pendidikan Toleransi yang digelar pada hari Jumat 21 Maret 2025 dihadapan 100 orang para penjaga rumah ibadah lintas agama bertempat di Aula Vihara Silaparamita, Jatinegara Jakarta Timur,
“Ya, saya mengusulkan kepada Bapak Pramono Anung sebagai Gubernur Daerah Khusus Jakarta, agar di Jakarta ini di perlukan adanya mata pelajaran khusus tentang Toleransi dalam kurikulum pendidikan dari mulai tingkat Pendidikan Usia Dini, TK, SD, SMP hingga tingkat SLTA, ”ucap M. Zulfikar Marikar.
Menurutnya, mata pelajaran tentang toleransi tersebut merupakan implementasi dari pengamalan Pancasila terutama sila I, sehingga sangat di butuhkan untuk pembentukan karakter dan sikap toleransi yang merupakan perwujudan dari nilai-nilai luhur berada di dalam Pancasila, mengapa hal ini sangat di butuhkan, tentunya karakter kepribadian yang toleran ini, untuk mewujudkan persaudaraan sejati antar umat beragama yang saling bergotong royong menyukseskan pembangunan di Jakarta .
“ Dengan semakin kuat harmonisasi kerukunan umat beragama itu bisa menjadi sarana terbentuknya kesejahteraan bersama, kalau pada rukun kan, insyaallah kesejahteraan itu bisa terwujud dan bahkan ditingkatkan, karena itu Pendidikan toleransi bukan lagi wajib hukumnya untuk di terapkan melainkan juga sebagai kebutuhan untuk tercapainya kesejahteraan bersama.”tukas M. Zulfikar.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan sembako dari Pranko for Jakarta kepada peserta yang diserahkan oleh Staf Khusus Gubernur Jakarta, Chicho Hakim, kepada para peserta.
Sementara itu, Chicko, yang turut hadir sebagai narsum memberikan apresiasi atas kegiatan Pendidikan Toleransi yang digagas oleh Pranko for Jakarta, ini kegiatan yang positif dalam menumbuh kembangkan Toleransi di Jakarta dan sejalan dengan visi pak Gubernur.
“Ya, saya sangat setuju dan mendukung gagasan tentang perlunya Pendidikan toleransi di Jakarta ini, karena dengan adanya Pendidikan toleransi itu bisa memperkuat ikatan tali silahturahmi antar umat beragama di Jakarta.” Ucap Chicko
Hadir juga narasumber lainnya, Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Jakarta, Dwi Rio Sambodo yang menyampaikan bahwa Toleransi tidak hanya dalam ruang ritual simbolik saja tapi toleransi juga diasuh dan disupport oleh ruang sosial ekonomi, karena kesejahteraan dan keadilan sangat mempengaruhi tumbuh segarnya toleransi.
“ ya, saya sangat sepakat dengan usulan Pendidikan Toleransi untuk di masukkan dalam kurikulum Pendidikan di Jakarta, namun itu semua harus di kaji secara komprehensif dari berbagai sisi, sehingga pada pelaksanaannya benar-benar matang.”ucap Dwi Rio Sambodo.
Marulituah Sijabat selaku Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Daerah Khusus Jakarta yang juga hadir mengisi kegiatan tersebut, dia menambahkan bahwa BPBD Provinsi Daerah Khusus Jakarta sedang merumuskan konsep yang personel rumah ibadah Di Jakarta dalam penanganan bencana dijakarta.
Anggota DPD RI Happy Djarot juga turut memberikan ucapan selamat secara daring vlog kepada Pranko for Jakarta atas pelaksanan kegiatan Pendidikan Toleransi dan Santunan